whatsapp group

Etika Berkomunikasi dan Bersosialisasi di WhatsApp Group

WhatsApp kini menjadi layanan pesan instant terpopuler karena simpel dan banyak fitur seperti group chat, video call, voice call dan lainnya. Hampir bisa dipastikan, semua smartphone yang beredar memiliki aplikasi WhatsApp. Nah, agar komunikasi di layanan pesan instant ini berjalan lancar, ada beberapa etika yang sebaiknya kita patuhi.

Masih ingat ketika tahun lalu ada seorang pemuka agama di Malaysia mengharamkan tindakan pengguna WhatsApp yang keluar dari grup? Berita tersebut lantas membuat heboh para warganet di Asia Tenggara, termasuk lebih dari 30 juta pengguna Whatsapp di Indonesia.

Walaupun terkesan berlebihan dan memicu kontroversial, maksud dari pemuka agama itu ada benarnya. Meski di dunia maya dan tidak bertatap muka, etika pergaulan di dunia nyata tetap harus menjadi dasar dalam bersosialisasi. Jangan sampai ada yang disakiti atau tersakiti saat kita sedang berinteraksi di pesan instan.

Oleh karena itu, ada baiknya kita sedikit mematuhi etika yang ada di dunia nyata untuk bisa diterapkan di dunia maya. Terutama di WhatsApp Group di mana ini menjadi salah satu “tempat nongkrong” pengguna ponsel mulai dari remaja, mahasiswa, pekerja, keluarga, bapak-bapak di kompleks, hingga ibu-ibu arisan. Apa saja etika yang sebaiknya dipatuhi di WhatsApp group? Simak baik-baik di bawah ini ya.

1. Jangan curhat melulu
Menjadi bagian dari sebuah grup whatsapp berarti kita telah menjadi bagian dari komunitas. Banyaknya anggota tidak selalu membuat mereka selalu mau mendengar curhat dan permasalahan kita. Grup whatsapp bukan grup teman-teman dekat. Oleh karena itu kurangi curhat. Malah bila perlu, jangan terlalu sering curhat di Whatsapp grup. Kita tidak mau kan curhatan tersebut di ekspos oleh orang lain?

2. Jangan sharing berita hoax
Memberikan informasi apa saja memang tidak dilarang. Namun harus pilih-pilih kira-kira informasi yang akan kita sebar itu benar atau tidak? Hoax atau bukan. Ada baiknya cek dan ricek sebelum kita menyebarkan berita yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. Bukannya memberikan informasi, malah menambah kisruh dan meresahkan orang lain. Selain hoax, jangan juga mengirim spam, alias pesan yang telah berulang kali dikirim. (Baca: Cara Cerdas Menangkal Berita Hoax)

3. Jangan sembarang screenshot
Percakapan di dalam grup biasanya membahas suatu hal yang seru dan sedang viral. Ada yang menjelek-jelekkan, atau mendukung. Nah, di sini, anda harus bijak untuk men-share obrolan tersebut. Jangan keseringan screenshot percakapan di grup yang pendapatnya berseberangan dengan anda. Selain kurang etis, anda juga bisa dituduh mengadu domba. Suasana di dalam grup pun akan menjadi tidak enak.

4. Jangan buru-buru left group
Jika ada hal yang tidak mengenakkan kita, ada baiknya dibicarakan baik-baik. Jika masalah tidak bisa diselesaikan dalam grup whatsApp maka bisa juga dilanjut dengan kopi darat. Jangan buru-buru left group karena itu sama saja memutus silaturahmi. Inilah yang menjadi alasan pemuka agama di Malaysia itu menganggap left group WhatsApp haram. So, segala sesuatunya bisa dibicarakan dengan baik-baik.

5. Jangan ada orang asing di antara kita
Grup WhatsApp dibuat untuk mempererat tali silaturahmi. Kalian berada di satu grup tersebut berasakan pertemanan dan memiliki hobi yang sama. Oleh karena itu, memasukkan orang asing yang tidak dikenal oleh orang-orang di grup adalah sebuah kesalahan besar karena bisa mengancam privasi anggota grup.

No Comments

Post a Comment