Evolusi Telekomunikasi, dari Bisa Nelepon Sampai Internet

Zaman sekarang, kita sudah bisa mendapatkan informasi apa saja dari smartphone kita. Bahkan perangkat itu bisa selalu menemani keseharian kita. Padahal dulu, komunikasi seluler tidak secanggih ini.

Seperti segala hal di dunia ini, semua butuh proses dan ada tahapannya, termasuk teknologi telekomunikasi. Dimulai dari teknologi generasi pertama, hingga saat ini mulai masuk ke generasi ke lima. Lalu apa yang menjadi pembeda dari keseluruhan generasi yang ada?

Rumusnya, setiap standard generasi seluler baru muncul, itu terjadi setiap 10 tahun sekali. Setiap generasi memiliki karakter yang bisa dillihat dari lebar frekuensi yang digunakan, rata-rata kecepatan data, dan teknologi transmisi yang kompatibel.

Yuk, simak rangkaian teknologi per generasi yang ada di dunia telekomunikasi, agar kita tahu susahnya hidup di masa lalu yang penuh dengan keterbatasan.

1G (baca: Wan Ji)

Merujuk pada teknologi telekomunikasi generasi pertama, teknologi tanpa kabel alias mobile. Ini merupakan standard telekomunikasi yang diperkenalkan pada tahun 1980. Bisa melakukan telepon namun menggunakan jaringan analog. Teknologi yang digunakan adalah AMPS, NMT, TACS, dengan kecepatan data 14,4 kbps.

2G (Baca: tu ji)

Ini merupakan langkah berikutnya dari teknologi telekomunikasi. Generasi kedua ini menggantikan jaringan analog dengan digital. Di masa ini, percakapan telepon mulai dienkripsi secara digital. Generasi kedua juga dianggap lebih efisien dari sisi spektrum guna meraih penetrasi yang lebih besar lagi. Di generasi kedua inilah SMS (pesa teks) mulai diperkenalkan, termasuk pesan gambar dan multimedia (MMS). Dalam sumber lain disebutkan jika jaringan selular 2G hadir pada 1991 dan secara komersial diperkenalkan dalam standard GSM di Finlandia. Tidak heran jika kemudian Nokia dikenal sebagai vendor paling besar di masa itu. Teknologi yang ada seperti TDMA dan CDMA, berkecepatan sama dengan 1G.

2,5G

Paket data ini masih menggunakan jaringan 2G namun teknologinya lebih baik. Teknologi ini menghadirkan jaringan GPRS dan EDGE dengan kecepatan 20 sampai 40 Kbps.

3G (baca: tri ji)

Generasi inilah yang mulai membuka pintu ke ranah smartphone dengan akses mobile broadband. 3G tak hanya bisa digunakan di ponsel pintar tapi juga menghadirkan perangkat baru, modem mobile untuk komputer laptop. Teknologi telekomunikasi generasi ketiga diperkenalkan pada 1998, merupakan zaman kemunculan telepon internet, akses internet mobile, akses internet fixed wireless, video call, dan teknologi mobile TV. Disebut juga dengan Digital Broadband Packet Data dengan teknologi andalan CDMA, EV-DO, UMTS dan EDGE dengan kecepatan 500 sampai 700 Kbps.

3,5G

Generasi ini merupakan pembaharuan dari sistem 3G. Di sini ada teknologi data dan mobile telephony yang didesain untuk membuat 3G lebih baik. Teknologi ini mencakup High-speed Downlink Packet Access (HSDPA), 3GPP LTE (cikal bakal LTE) dan HSPA yang berevolusi. Ini merupakan pengganti EDGE. Dengan HSPA kecepatannya 1 sampai 3 Mbps, dan HSDPA kecepatannya mencapai 7,2 Mbps.

4G

Teknologi generasi keempat muncul pada 2008. Kemunculannya mencakup akses mobile web, IP telephony, layanan game, Mobile TV High Definition, Video Conference, Televisi 3D dan Cloud Computing. Ini merupakan perpaduan paket data broadband digital menggunakan IP. Teknologi yang hadir di generasi ini adalah Wifi, Wimax dan LTE dengan kecepatan transfer data sekitar 3 sampai 5 Mbps.

4,5G

Merupakan teknologi yang menyediakan performa lebih baik ketimbang 4G. Ini juga merupakan batu pijakan untuk bisa mulai mengembangkan teknologi generasi ke-5. Teknologi itu mencakup LTE Advanced dan MIMO.

5G

Ini belum bisa kita nikmati di Indonesia. Namun di beberapa negara sudah mengadopsinya dan berjalan dengan standard 4G/IMT-Advanced. Diperkirakan teknologi ini akan mulai ramai digunakan pada 2020. Teknologi ini akan menjadi dasar makin meluasnya penggunaan Internet of Things dan layanan penyiaran mobile. Kecepatan yang ditawarkan kabarnya sampai 1 gigabyte per detik (Gbps).

No Comments

Post a Comment