pita frekuensi

Mengenal Pita Frekuensi yang Membuat Kita Bisa Berkomunikasi di Jaringan Seluler

Sejak teknologi seluler diperkenalkan di Indonesia pada 1984, warga Indonesia mulai terbuka dan saling terhubung. Kala itu, Telkom, sebagai operator telekomunikasi pertama di Indonesia menggunakan pita frekuensi 450 MHz. Lalu apa dan bagaimana fungsi frekuensi itu sendiri bagi dunia seluler?

Frekuensi merupakan sumber daya yang terbatas dan hampir semua telah dialokasikan untuk berbagai macam teknologi. Bagaikan sebuah jalan tol, semakin lebar alokasi frekuensi yang dimikinya semakin tinggi potensi jumlah pelanggan yang dapat dilayaninya. Dengan demikian revenue dari operator tersebut pun terus meningkat.

Misalnya saja seperti Frekuensi 700 MHz, yang selama ini digunakan untuk tv analog. Namun kebijakan TV Digital di Indonesia akan semakin mempersempit fungsi tv analog sehingga sebagian besar bisa digunakan untuk akses mobile broadband.

Nah, pita frekuensi apa saja yang saat ini dipakai untuk jaringan seluler di Indonesia, sehingga kita bisa berkomunikasi dengan lancar menggunakan smartphone kita? Jawabannya ada di bawah ini, Ken Friends.

Pita 850 MHz
Pita frekuensi ini digunakan untuk layanan fixed wireless access, CDMA. Dulu digunakan untuk layanan Telkom Flexi. Namun ada juga Esia Bakrie Telecom, Mobile-8 yang sekarang bernama Smartfren, sampai Indosat StarOne. Lebar pita untuk keseluruhan alokasi frekuensi ini adalah 20,25 MHz. Namun semakin lama lebar pita frekuensi yang dibutuhkan semakin besar sehingga frekuensi ini belum dapat memenuhi kebutuhan di masa mendatang.

900 MHz
Biasanya digunakan untuk layanan GSM 2G. Ada 3 operator menguasai frekuensi ini, Indosat sebesar 25 MHz, sedangkan Telkomsel dan XL sekitar 7,5 MHz. Selain 2G, di beberapa negara juga ada yang mengadopsi 3G menggunakan jaringan 900 MHz karena frekuensi lebih rendah bisa menghasilkan jangkauan lebih jauh, dan bisa untuk mobile broadband akses. Belakangan frekuensi ini dinobatkan sebagai pita untuk teknologi netral.

1800 MHz
Frekuensi ini digunakan untuk layanan GSM 2G. Ada 5 operator yang berada di frekuensi dengan total lebar pita 75 MHz. XL memiliki 7,5 MHz, Tsel memiliki total 22,5 MHz dengan 3 blok frekuensi yang terpisah, Isat memiliki total 20 MHz dengan 2 blok frekuensi yang terpisah, HCPT-Tri memiliki total 10 MHz dan Axis Memiliki 15 MHz.

2100 MHz
Pita frekuensi ini digunakan untuk layanan UMTS dan terdapat 5 operator yang menggunakan frekuensi ini dengan masing-masing memiliki lebar pita 10 MHz atau 2 blok alokasi frekuensi. Total lebar pita frekuensi ini adalah 60 MHz.

2300 MHz
Pada 2009 pemerintah menetapkan frekuensi ini sebagai moda TDD (Time Division Duplex)yang terdiri dari 15 nomor blok dimana nomor blok 1 sampai dengan nomor blok 12 masing-masing lebar frekuensinya 5 MHz sedangkan nomor blok 13 dan nomor blok 14 masing-masing lebar frekuensinya 15 MHz dan nomor blok 15 lebar frekuensinya 10 MHz. Pada blok 13 dan 14 ini telah digunakan untuk layanan WiMAX yang telah dilakukan tender untuk beberapa wilayah regional.

2600 MHz
Frekuensi ini digunakan untuk layanan broadcasting service satellite (BSS). Salah satunya digunakan oleh Indovision. Namun ada juga alokasi untuk broadband wireless access. Total lebar pita ada 150 MHz dan digunakan untuk layanan penyiaran berbasis satelit (Indostar II).

Tags:
No Comments

Post a Comment