kunci ponsel

Pilih Password, PIN, Pola atau Fingerprint?

Sejak lama vendor ponsel mengadopsi sistem keamanan untuk memproteksi perangkat ciptaannya. Ini dimaksudkan agar perangkat tersebut lebih privat dan tidak bisa diakses oleh siapa saja kecuali sang empunya.

Data yang dilansir dari Tech Times, pengguna smartphone melakukan penguncian layar smartphone-nya sebanyak 80 kali sehari. Ini artinya, mereka mengakses semartphone sebanyak enam sampai tujuh kali per jam, atau sekitar 10 menit sekali dalam kurun 12 jam sehari.

Pada masanya, keamanan untuk mengunci layar di smartphone hanya ada password dan PIN, kemudian bertambah dengan mengadopsi pola, dan sekarang ada sdik jari. Lalu mana di antara empat metode ini yang dianggap cukup aman melindungi smartphone dari akses yang tidak bertanggung jawab?

1. Password
Penggunaan password dianggap memiliki keamanan yang cukup tinggi pada ponsel android karena memiliki jumlah kemungkinan yang maksimal sehingga sulit diprediksi. Untuk password berisi 5 karakter memiliki 5.904.900.000 kemungkinan.

Password dalam sebuah smartphone tidak boleh kurang dari empat karakter dan tidak boleh lebih dari 17 karakter, dan harus berisi setidaknya satu huruf abjad. Yang paling aman, password harus menggunakan kombinasi angka dan abjad serta simbol, dengan panjang 8 karakter. Sayang, dengan kombinasi tersebut, tidak sedikit pengguna yang kerap lupa dengan password buatannya sendiri.

2. PIN
Buat yang sering melupakan kombinasi password yang rumit, PIN bisa menjadi opsi paling aman. Penggunaan empat digit PIN memiliki kemungkinan 10.000 variasi untuk bisa ditebak. Namun terkadang, saking ingin diingat, PIN yang digunakan biasanya mudah ditebak. Biasanya berisi tanggal ulang tahun, pernikahan, atau pola mudah di keypad, seperti 1212 atau 2580 yang menunjukkan pengetikan dari atas ke bawah. Ini merupakan PR untuk pengguna agar bisa menetapkan PIN yang tidak gampang ditebak.

3. Pola
Penggunaan pola untuk mengunci layar dianggap tidak terlalu aman dan sangat mudah diprediksi. Pola yang melibatkan 5 titik memiliki kemungkinan perubahan struktur sebanyak 15.120 kali. Lagipula, saking seringnya pengguna melakukan buka kunci, kerap meninggalkan jejak di layar. Oleh karena itu, bagi yang menyukai kunci dengan Pola, ada baiknya untuk rutin mengubah pola yang digunakan dan hindari menggambar rangkaian pola yang mudah ditebak, seperti inisial nama.

4. Fingerprint
Banyak smartphone yang kini dilengkapi dengan keamanan melalui pemindai sidik jari (fingerprint). Namun fingerprint dikabarkan bisa disusupi hacker dari jarak jauh. Hacker bisa meng-upload gambar sidik jari mereka dan mengirimkan malware untuk bisa mengakses ponsel secara ilegal. Inilah alasannya mengapa sidik jari memiliki tingkat keamanan yang medium. Lagipula, sistem keamanan fingerprint kerap tidak stabil dan kadang tidak berfungsi dengan baik.

No Comments

Post a Comment