ponsel fitur

Ponsel Fitur Ternyata Masih Diminati Masyarakat Indonesia

Meski di jalan-jalan dan di televisi masih dihiasi dengan iklan orang-orang menggunakan ponsel pintar (smartphone), itu ternyata hanya kesan di permukaan saja. Beberapa hal membuktikan jika ponsel fitur (feature phone) masih banyak yang menggunakan dan dicari oleh masyarakat, khususnya di Indonesia.

Berdasarkan data dari Strategy Analytics yang dirilis pada Februari 2017, pengiriman feature phone di sepanjang tahun 2016 secara global sebesar 396 juta unit. Mencapai porsi 21 persen dari total penjualan ponsel yang sebesar 1,88 miliar unit. Saat ini, diperkirakan 1 dari 5 ponsel yang beredar adalah kategori ponsel fitur yang ternyata lebih besar dari perkiraan.

 

Pasar ponsel fitur masih kuat di negara berkembang seperti India dan Indonesia. Di mana pengguna ponsel fitur termasuk dalam kategori pengguna pemula (entry level) dan masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah. Serta mereka yang hidup di wilayah pedalaman dan terluar. Wilayah ini masih membutuhkan ponsel fitur karena belum adanya akses internet yang memadai.

Di kota besar, ada juga pengguna setia ponsel fitur, yakni mereka yang sudah berusia lanjut, yang hanya membutuhkan ponsel untuk dua fungsi, yakni menelepon dan mengirimkan SMS. Terkadang anak-anak pun tidak diperbolehkan untuk menggunakan smartphone guna meminimalisir paparan negatif dari internet.

Selain segmen pasar yang masih luas, ponsel fitur juga memiliki pengguna yang loyal. Banyak pengguna yang tidak suka dengan smartphone karena baterai yang cepat habis dan tidak bisa digunakan mobile sehari atau dua hari.

Tren ponsel fitur juga menjadi hal yang belum bisa ditinggalkan. Buktinya, vendor kelas dunia yang berasal dari Finlandia memutuskan untuk membuat ponsel fitur baru, meneruskan sukses pendahulunya. Bahkan pabrikan seperti Ken Mobile pun memiliki andalan empat lini produk ponsel fitur yaitu Ken W3 Pro, Ken W3i Pro, Ken W3+ Pro, dan Ken R7710.

No Comments

Post a Comment