menjalin hubungan di media sosial

Waspada Menjalin Hubungan di Media Sosial

Ken Friends, lebih dari separuh populasi di dunia telah menjadi warga dunia maya. Baik Facebook, Twitter maupun Instagram telah menjadi media interaksi para penduduk internet. Aplikasi tersebut begitu mudahnya diinstall di smartphone seperti Ken Mobile. Tidak jarang dari mereka yang kemudian menjalin hubungan kasih sampai memutuskan untuk berkeluarga.

Berkenalan dan berpacaran di dunia maya memang tidak dilarang. Semua bisa mengutarakan apa saja di media sosial, sampai perasaan cinta sekalipun. Selebriti dunia juga banyak yang menjalin hubungan di media sosial, seperti Ariana Grande dengan Youtuber Jai Brooks, atau Amber Rose dengan Whiz Khalifa.

Namun otak harus tetap dipakai agar saat berkenalan di dunia maya, kita tidak terjebak dengan kepalsuan. Data menunjukkan, 8 dari 10 hubungan pacaran yang dimulai dari berkenalan di dunia maya, berakhir dengan putus, kebencian, sampai berujung hukum.

Makanya sebisa mungkin, hindari menjalin hubungan dengan orang yang tidak kita kenal di dunia maya. Aksi tersebut terbukti memiliki banyak resiko. Ini beberapa di antaranya:

1. Jadi korban penipuan
Berkenalan di dunia maya artinya anda hanya mengenal wajah, yang belum tentu adalah wajah asli. Profil di media sosial pun terkadang tidak sesuai dengan dunia nyata. Oleh karena itu, gunakan otak anda untuk selalu waspada, jangan terkena bujuk rayu yang berujung kekecewaan karena ditipu

2. Pemerasan pun ada
Perlu anda ketahui, media sosial bukanlah media untuk mengajak orang berkencan. Jangan suka memposting atau bertukar foto seksi, sampai memperlihatkan sebagian tubuh anda. Bisa jadi foto-foto itu menjadi boomerang buat anda di kemudian hari -alias dijadikan alat untuk memeras.

3. Potensi kekerasan dalam RT
Karakter orang yang kita kenal di dunia maya adalah misteri. Mereka mungkin memiliki sifat baik yang membuat kita terpesona di dunia maya. Namun di dunia nyata, karakter itu bisa berubah 180 derajat. Bisa jadi orang yang kita kenal itu adalah penjahat, penyuka kekerasan yang akhirnya menjadikan anda korbannya.

4. Terjebak perdagangan manusia
Perdagangan manusia kerap menjadikan media sosial sebagai tempat untuk mencari mangsa. Banyak orang polos yang bisa dibohongi atau diiming-imingi suatu hal untuk bisa diajak bertemua lalu dijerat. Sampai akhirnya mereka dijual untuk dijadikan budak atau penjaja seks di negara lain.

5. Berakhir dengan Bully
Jika sudah menjadi korban penipuan, korban pemerasan, jangan pernah membahas kesedihan anda di media sosial. Laporkan langsung ke pihak kepolisian. Curhat di media sosial sama saja dengan mengundang bully, membuat semua orang mengetahui betapa bodohnya anda. Anda akan berakhir menjadi bulan-bulanan warganet.

Tags:
No Comments

Post a Comment